Rabu, 22 Juni 2011

Lambang Negara



Lambang Negara
LAMBANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Image 
Setiap Negara mempunyai Lambang Negara menggambarkan kedaulatan, kepribadian dan kemegahan Negara itu. Dalam tahun 1950 Pemerintah Republik Indonesia membentuk suatu panitia khusus untuk menciptakan suatu Lambang Negara.
Panitia tersebut berhasil menciptakan Lambang Negara Republik Indonesia yang berbentuk Garuda Pancasila. Lambang Negara Garuda Pancasila itu disahkan dengan peraturan Pemerintah No. 66 tahun 1951. Selanjutnya telah diatur dalam UU  No : 24 Tahun 2009.

Sejarah Warna Bendera Merah Putih Indonesia

Sejarah Warna Bendera Merah Putih Indonesia

Tahukah Anda sejarah Bendera kita, sang pusaka Merah Putih?

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal) yaitu merah dan putih. Dulu pada saat Bung Karno bercerita didepan kongres rakyat Jawa-Timur, beliau menceritakan asal mula warna merah putih sebagai warna bendera pusaka bangsa dan negara Indonesia. Beliau berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memperdebatkan Sang merah putih ini. Jangan ada satu pihak yang mengusulkan warna lain sebagai bendera Republik Indonesia.

Beliau juga mengatakan bahwa warna Merah Putih ini bukan buatan Republik Indonesia, Bukan buatan kita dari zaman pergerakan nasional. Apa lagi bukan buatan Bung Karno, bukan buatan Bung Hatta! Enam ribu tahun sudah kita mengenal akan warna Merah Putih ini. Bukan seribu tahun, bukan dua ribu tahun, bukan tiga ribu tahun, bukan empat ribu tahun, bukan lima ribu tahun! Enam ribu tahun kita telah mengenal warna Merah Putih!

Tatkala di sini belum ada agama Kristen, belum ada agama Islam, belum ada agama Hindu, bangsa Indonesia telah meng-agungkan warna Merah Putih. Pada waktu itu kita belum

Sejarah Bendera Merah Putih


Sejarah

Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.[1] Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.[2] Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.[3] Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula. [4]
Bendera Belanda digunakan sejak 20 Maret 1602 - 8 Maret 1942 (340 tahun)
Bendera Jepang digunakan sejak 8 Maret 1942 - 17 Agustus 1945 (3 tahun 5 bulan)
Bendera Merah Putih digunakan sejak 17 Agustus 1945[5]

Arti Warna

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

Minggu, 12 Juni 2011

Cara Mengatasi Masalah dari masalah

 Cara mengatasi masalah adalah salah satu pokok bahasan yang menarik untuk kita simak. Bagaimana tidak, semua orang memiliki masalah dan masalah tidak akan ada pernah habisnya. Ada yang mengatakan, selama kita hidup kita tidak pernah lepas dari masalah. 

Sebenarnya saya tidak setuju, mati pun masih memiliki masalah jika kita tidak mendapatkan ridha Allah SWT. Hanya jika kita sudah di syurga, barulah tidak ada masalah.


Jika kita selalu mendapatkan masalah, lalu buat apa kita harus mengatasi masalah? Mengatasi masalah tetap harus dilakukan meski kita akan masuk ke masalah lain. Sebab jika masalah saat ini tidak diatasi maka masalah akan numpuk dan hidup kita akan semakin sulit. 


Jika kita mampu menyelesaikan setiap masalah yang datang, maka hidup akan terasa lebih ringan dan indah.


Langkah Pertama : Tetaplah Berpikir Positif


Kata Siapa Pramuka itu tidak berguna?



“Kenapa kamu bolos Pramuka?”
“Ngapain juga ikut Pramuka? Capek, gak dapat apa-apa. Cuma disuruh baris berbaris, belajar tali temali, belajar tanda-tanda gak jelas. Males ah. Nggak berguna.”
Apaaaaaaaaaaaaaaa???? Kata siapa Pramuka itu nggak berguna? Kamu salah besar wahai anak muda. Mungkin awalnya iya, kamu merasa ikut Pramuka hanya buang-buang waktu saja. Tapi percayalah, saat kau dewasa kelak, semuanya itu akan amat sangat membantumu. Tidak percaya? Buktikan saja.
Saya tahu bahwa alang-alang bisa digunakan untuk membebat luka itu dari Pramuka. Hingga kelak kemudian hari saat saya berada di tengah hutan dan terluka, tidak perlu saya kebingungan mencari tensoplast, cukup balut dengan daun alang-alang.
Saya tahu bahwa daun sirih bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi dan menghentikan mimisan juga dari

Sabtu, 11 Juni 2011

D I A M

D I A M 
 
ORANG bijak berkata: "Kebenaran itu bukan untuk dipelajari, melainkan
ditemukan." Pertanyaannya adalah: "Di mana mencarinya?" Jawabnya: "Di dalam
diam!" Sebab, di dalam diam itu kita bisa berbicara dengan hati. Hati itu
merupakan teleskop dari jiwa, sedangkan mata merupakan teleskop dari hati.

Contoh. Kita sering mempertunjukkan kekerdilan diri karena tidak mau diam. Mulut
nyerocos, tahu-tahu tidak nyambung antara keinginan hati dan paparan mulut.
Berbuih-buih sudah mulut berkoar, akhirnya kebohongannya terkuak dan sulit
ditambal.

Padahal, asal tahu saja, diam adalah perisai orang bodoh dan pelindung bagi
orang bijak. Orang bodoh tak perlu membuktikan kebodohannya bila ia diam, dan
orang bijak tak akan melemparkan mutiara ke depan babi bila ia tahu nilai diam.
Dengan diam --sembari belajar sabar-- sebuah soal yang pelik bisa terpecahkan.

Anda pernah dengar kisah Nasrudin mencari jarum di halaman rumahnya? Berjam-jam
dia mencari jarum yang hilang itu hingga membuat seluruh tetangganya tergerak.
Ramai-ramai mereka ikut sibuk membantu Nasrudin, tapi jarum yang dicari tidak
ditemukan. Seperti lenyap tertelan bumi.

Namun, ada seorang yang diam, yang hanya memperhatikan polah tingkah mereka.

Rabu, 01 Juni 2011

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

1. Ketulusan 

Menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

KOMPAS BIDIK

KOMPAS BIDIK

Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin.
Bagian-bagian kompas yang penting antara lain :
    1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
    2. Visir, yaitu pembidik sasaran
    3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka
    4. Jarum penunjuk
    5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45
    6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik.

Angka-angka yang ada di kompas dan istilahnya

         

Cara Cepat Menghapal Semaphore (Pramuka)

Cara Cepat Menghapal Semaphore (Pramuka)

Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan 2 bendera, dimana masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Warna yang sering dipakai adalah merah dan kuning dengan warna merah selalu berada dekat tangkainya.

Peta Pita

Peta Pita

Tujuan pembuatan peta pita ini adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Peralatan yang dipersiapkan dalam pembuatan peta pita ini adalah :
                1.             Pensil Teknik 2B
                2.             Penggaris panjang
                3.             Kertas pita peta
                4.             Kompas bidik
                5.             Meja kerja
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta pita :

P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN)

P3K (PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN)

KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PRAMUKA
1. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :
a. Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
b. Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c. Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat
2. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
a. Berhenti bernafas
b. Pendarahan parah
c. Shok
d. Patah tulang
3. Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK
1. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

Peta Panorama

Peta Panorama

Tujuan dari pembuatan peta panorama ini adalah untuk menggambarkan keadaan suatu daerah dengan range atau sudut pandang tertentu. 
Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :
                1.             Pensil Teknik 2B
                2.             Penggaris panjang
                3.             Kertas buffalo
                4.             Kompas bidik
                5.             Meja kerja

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta panorama ini adalah :

Menaksir Lebar

Menaksir Lebar

Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :
1.             Melempar Tali
                Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.

2.             Cara Segitiga
          

Menaksir Tinggi

Menaksir Tinggi

Tehnik Menaksir Tinggi
            Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :

1.         Metode Setigiga

 Image

Keterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
C = Tinggi tongkat
A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur
B = Jarak tongkat dan pengamat

Rumus perhitungan
     

SAY NO TO DRUG

Narkoba 
    Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif'.
Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Pengunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putra


Pengunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putra
Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia Penggalang dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada Petunjuk Penyelenggaraan tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat.
( Tanda lokasi/ wilayah, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).


Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putri


Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putri
Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia Penggalang dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada Petunjuk Penyelenggaraan tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat.
( Tanda lokasi/ wilayah, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).


KODE KEHORMATAN

KODE KEHORMATAN
:: Kode Kehormatan Pramuka ::

Kode Kehormatan Pramuka diatur dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 12. Dimana kode kehormatan pramuka merupakan Kode Etik anggota gerakan pramuka dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat sehari-hari yang diterima dengan sukarela serta dihormati demi kehormatan dirinya.
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Kode Kehormatan Gerakan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu :
Kode Kehormatan Pramuka Siaga terdiri atas Dwisatya dan Dwidarma
Kode Kehormatan Pramuka Penggalang terdiri atas Trisatya Pramuka Penggalang dan Dasadarma

ARTI TUNAS KELAPA

ANGKATAN VII SCOUT OF SMPN 1 REJOSO





 ANGKATAN  VII  SCOUT OF SMPN 1 REJOSO
Tahun 2005 - 2006


ARTI TUNAS KELAPA


Keputusan
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Nomor :006/KN/72
Tahun 1972
tentang
Lambang Gerakan Pramuka

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Menimbang : a. bahwa lambang Gerakan Pramuka termaktub dalam Anggaran Dasar Pramuka pasal 6 berupa gambar Tunas Kelapa;
b. bahwa tunas kelapa sebagai gambar kiasan mempunyai arti simbolik yang penting, maka harus dipahami dan diingat oleh seyiap Pramuka, dan oleh karena itu uraian tentang arti kiasan itu harus sederhana, sehingga mudah dipahami dan mudah diingat oleh anak-anak.
Mengingat : 1. Keputusan I MPRS No. XXVII/MPRS/1966;
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 Tahun 1961 juncto

SEJARAH KEPRAMUKAAN





SEJARAH KEPRAMUKAAN

A. Pendahuluan
      Kalau kita mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri gerakan kepramukaan sedunia Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

SCOUT OF SMPN 1 REJOSO




Visi :

1. Satyaku Kudarmakan
2. Darmaku Kubaktikan
3. Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana